Hupf.. didekatku ada seseorang yang sedang menghirup sebatang rokok, kemudian hembuskan olehnya asap rokok itu dari mulut..
fiuuuh, ngebul...
uhuk, uhuk...
ya ampun..
paru-paru sudah tak benar ditambah lagi menghirup asap "racun" itu..
segera saja ku menjauh dari orang itu, walau pun aku malas untuk beranjak dari tempat duduk ku.
Huft..
Ku hembuskan nafas berharap bisa sedikit melegakan gundah ku..
Harus mulai cari dari mana?
entah dilema? atau tak tahu akan jawaban nya?
hm...
Biar ku pejamkan mata ini sejenak, menelan ludah pahit, sambil menghirup aroma kebengisan dunia ini. Berharap ku terima jawaban atas segala kegundahanku selama ini.
kenapa aku? ada apa dengan diriku?
Ya ampun, yang ku dapati hanya gelap gulita. Segera saja ku buka mata ini. Ku hembuskan nafas seakan itu adalah nafas terkahir dari tubuh ku, tapi kali ini tanpa asap "racun" didekatku.
Kata orang, ketika kita sedang bingung akan jawaban atas masalah kita 'pejamkan saja mata, lalu coba untuk rileks'. Tapi kenapa aku tak bisa menemukannya? Yang ku temui hanya gelap, bahkan gelap gulita dan hampa.
Hm, mungkin aku kurang rileks. Biar ku coba sekali lagi..
Ya ampun, gelap lagi, hampa dan lebih sunyi daripada sebelumnya. Segera saja aku buka saja mata ini. Ah! Ternyata tetap saja tak ada jawabannya.
Harus kemana lagi aku berlari tuk mencari jawabannya?
Sedangkan aku sudah berhadapan dengan jurang tak berdasar.
Siapa lagi yang harus ku tanyakan?
Sedangkan aku sudah tidak punya lagi teman untuk diajak bicara.
Huft..
Ya sudahlah. Biar ku karang saja sendiri jawaban ini..
Maka ini lah jawaban ku..
Aku tuli diantara kebisingan dunia.
Aku buta diantara panorama indah dunia.
Aku diam diantara hiruk pikuk aktifitas dunia.
Bahkan aku bisu diantara, gelak tawa dan derai tangis di dunia ini.
Ternyata,
Aku hilang RASA, aku MATI RASA!
Aku tidak bisa lagi merasakan apa yang telah terjadi dikehidupanku, bahkan yang baru saja terjadi tepat dihadapanku.
Hei!
sudah ku katakan sebelumnya.
Aku bukan MATI, tapi hanya aku MATI RASA!
Jakarta, 14 Desember 2010 21:17
fiuuuh, ngebul...
uhuk, uhuk...
ya ampun..
paru-paru sudah tak benar ditambah lagi menghirup asap "racun" itu..
segera saja ku menjauh dari orang itu, walau pun aku malas untuk beranjak dari tempat duduk ku.
Huft..
Ku hembuskan nafas berharap bisa sedikit melegakan gundah ku..
Harus mulai cari dari mana?
entah dilema? atau tak tahu akan jawaban nya?
hm...
Biar ku pejamkan mata ini sejenak, menelan ludah pahit, sambil menghirup aroma kebengisan dunia ini. Berharap ku terima jawaban atas segala kegundahanku selama ini.
kenapa aku? ada apa dengan diriku?
Ya ampun, yang ku dapati hanya gelap gulita. Segera saja ku buka mata ini. Ku hembuskan nafas seakan itu adalah nafas terkahir dari tubuh ku, tapi kali ini tanpa asap "racun" didekatku.
Kata orang, ketika kita sedang bingung akan jawaban atas masalah kita 'pejamkan saja mata, lalu coba untuk rileks'. Tapi kenapa aku tak bisa menemukannya? Yang ku temui hanya gelap, bahkan gelap gulita dan hampa.
Hm, mungkin aku kurang rileks. Biar ku coba sekali lagi..
Ya ampun, gelap lagi, hampa dan lebih sunyi daripada sebelumnya. Segera saja aku buka saja mata ini. Ah! Ternyata tetap saja tak ada jawabannya.
Harus kemana lagi aku berlari tuk mencari jawabannya?
Sedangkan aku sudah berhadapan dengan jurang tak berdasar.
Siapa lagi yang harus ku tanyakan?
Sedangkan aku sudah tidak punya lagi teman untuk diajak bicara.
Huft..
Ya sudahlah. Biar ku karang saja sendiri jawaban ini..
Maka ini lah jawaban ku..
Aku tuli diantara kebisingan dunia.
Aku buta diantara panorama indah dunia.
Aku diam diantara hiruk pikuk aktifitas dunia.
Bahkan aku bisu diantara, gelak tawa dan derai tangis di dunia ini.
Ternyata,
Aku hilang RASA, aku MATI RASA!
Aku tidak bisa lagi merasakan apa yang telah terjadi dikehidupanku, bahkan yang baru saja terjadi tepat dihadapanku.
Hei!
sudah ku katakan sebelumnya.
Aku bukan MATI, tapi hanya aku MATI RASA!
Jakarta, 14 Desember 2010 21:17
0 komentar:
Posting Komentar