Halaman

Rabu, 07 September 2011

koprol



weehhhh.... bingung mau ngetik apaan..
oke lah... sesuain judul postingan.. Koprol 


Selasa, 23 Agustus 2011

char ku terlantar sudah

char female class melee

*gambar apa itu?
*main char (red. character) dari game online
*game online apa?
*AO
*AO? udah kaya teletubbies aja "aooo...."
*jeuhhh.... bukan itu kali, tapi Atlantica Online
* oh, kirain... sorry y  
*hadeuhh....

Jumat, 19 Agustus 2011

Cerita, "Toko Penjual Suami"



Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di kota New York di mana wanita dapat memilih suami dengan leluasa sesuai selera dan keinginannya. Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut, yaitu :


“Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI“

Sabtu, 25 Juni 2011

Waaw. . . .

Wah, g nyangka y. Ternyata umurku sekarang udah 19tahun 4bulan 1hari, sebentar lagi udah mau kepala 2.

*siluman ular kepala 2 maksudnya?
hush, ngawur.. mang aku mirip siluman?! rrrr. . . ('-_-)_/'(>,o)

Hm, kayanya harus ngedit planning kemarin-kemarin deh.
Tapi apa dan yg mana? o_0a *garuk-garuk kepala yg sebenernya g gatel
Hmm. . . .apa y? *guling-gulingan depan pintu
Ok ok, biar aku edit dari planning yg paling sederhana dulu. Apakah itu? Tettreteet teteeet. . . Pahlawan bertopeng, hahahaha *lah kok? (")*-)
Ahahahaha, maaf y planningnya masih TOP SECRET perusahaan :P

It's my life! << kata lagunya Bon Jovi

Hidup adalah perjuangan. . .
Dan perjuangan perlu pengorbanan. . .

Hidup...
Hidup adalah tantangan, sambutlah...
Hidup adalah senandung, nyanyikanlah...
Hidup adalah impian, wujudkanlah...
Hidup adalah permainan, mainkanlah...
Hidup adalah CINTA... Nikmatilah...

Aaaaa. . . .sebenernya masih pengen berlama-lama, tapi apa daya baterai g sanggup.
*resiko via hp :P
Dadaaah. . .^^

Jumat, 27 Mei 2011

Jakarta, 27 Mei 2011 23:27

Hm, apa?
gpp.
Lah, trus?
g ada trusan nya.

Ahaay! Maaf, itu cuma percakapan antara hati dan pikiranku.
Pengen cerita, tapi entah dimulai darimana.

Hm, ok ok..
mungkin bukan bercerita, tapi sekedar kata untuk semua orang yg aku sayang MySpace
uhuk uhuk MySpace, aku mulai y?

Ku berharap bisa menjadi lilin bagimu.
Rela terbakar dan meleleh mati, demi menerangi tiap sudut hidupmu.
Menerangi sampai habis waktu ku
 MySpace

next yo? woke cuy, lanjut. . .

Ku ingin menjadi MATAHARI bagimu.
Menyapa setiap awal kamu membuka mata memulai hari, awal kamu tersenyum :)
Tiap kali kamu menangis, maka aku akan turunkan HUJAN tuk menyejukkan hatimu,
memberikan indah PELANGI diakhir tangisanmu.
Ketika malam,
maka aku akan kembali ke peraduan.
Maaf tak bisa menemanimu setiap saat.
Tapi akan ku kirimkan BULAN dan BINTANG,
sebagai tanda doa dan rinduku untukmu.
Bolehkah aku menjadi MATAHARI mu?

Minggu, 17 April 2011

Selamat Belajar Hari ini !

Hidup Adalah : BELAJAR

Belajar Bersyukur Meski tak cukup
Belajar Ikhlas meski tak Rela
Belajar Taat meski Berat
Belajar Memahami meski tak sehati
Belajar Sabar meski Terbebani
Belajar Memberi meski tak Seberapa
Belajar mengasihi meski disakiti
Belajar Tenang meski Gelisah
Belajar Percaya meski Susah
Belajar Iltizam dgn Sunnah meski seberat memegang bara Api
Belajar & terus Belajar..
Selamat Belajar...

Sumber

Memaafkan ...

Memaafkan itu melepaskan masalah

Memaafkan itu melepaskan rasa resah

Memaafkan itu melepaskan rasa serba salah

Memaafkan itu melepaskan lelah

Memaafkan itu melancarkan pernapasan

Memaafkan itu melancarkan hubungan

Memaafkan itu menambah ketampanan

Memaafkan itu menambah kejelitaan


Selamat Beraktivitas untuk semua sahabat di awal pekan ...

Sumber

Cerita, "Buah Dari Ketulusan"

Ra'fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak kunjung sembuh juga. Ra'fat mulai mengeluh. Badannya bertambah kurus. Tak ubahnya seperti seorang pesakitan.

Demi mencari upaya sembuh, maka Ra'fat mengikuti saran dokter untuk berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou, China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver semakin bertambah parah. Maka saat Ra'fat diperiksa, dokter mengatakan bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra'fat menanyakan berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya adalah fifty-fifty.

"50% kalau operasi berhasil maka Anda akan sembuh, 50% bila tidak berhasil mungkin nyawa Anda adalah taruhannya!" jelas sang dokter.

Mendapati bahwa boleh jadi ia bakal mati, maka Ra'fat berkata, "Dokter, kalau operasi ini gagal dan saya bisa mati, maka izinkan saya untuk kembali ke negara saya untuk berpamitan dengan keluarga, sahabat, kerabat dan orang yang saya kenal. Saya khawatir bila mati menghadap Allah Swt namun saya masih punya banyak kesalahan terhadap orang yang saya kenal." Ra'fat berkata sedemikian sebab ia takut sekali atas dosa dan kesalahan yang ia perbuat.

Dengan enteng dokter membalas, "Terlalu riskan bagi saya untuk membiarkan Anda tidak segera mendapatkan penanganan. Penyakit liver ini sudah begitu akut. Saya tidak berani menjamin keselamatan diri Anda untuk kembali ke tanah air kecuali dalam 2 hari. Bila Anda lebih dari itu datang kembali ke sini, mungkin Anda akan mendapati dokter lain yang akan menangani operasi liver Anda."

Bagi Ra'fat 2 hari itu cukup berarti. Ia pun berjanji akan kembali dalam tempo itu. Serta-merta ia mencari pesawat jet yang bisa disewa dan ia pun pergi berangkat menuju tanah airnya.

Kesempatan itu betul-betul digunakan oleh Ra'fat untuk mendatangi semua orang yang pernah ia kenal. Satu per satu dari keluarga dan kerabat ia sambangi untuk meminta maaf dan berpamitan. Kepada mereka Ra'fat berkata, "Maafkan aku, Ra'fat yang kalian kenal ini sungguh banyak kesalahan dan dosa... Boleh jadi setelah dua hari dari sekarang saya sudah tidak lagi panjang umur..."

Itulah yang disampaikan Ra'fat kepada orang-orang. Dan setiap dari mereka menangis sedih atas kabar berita yang mereka dengar dari orang yang mereka cintai dan kagumi ini.

Ra'fat menyambangi satu per satu dari mereka. Meski dengan tubuh yang kurus tak berdaya, ia berniat mendatangi mereka untuk meminta doa dan berpamitan. Dan kondisi itu membuat Ra'fat menjadi sedih. Ia merasa menjadi manusia yang paling merana. Ia merasa tak berdaya dan tak berguna. Sering dalam kesedihannya ia membatin, "Ya Allah.... rupanya keluarga yang mencintai aku.... harta banyak yang aku miliki... perusahaan besar yang aku punya.... semuanya itu tidak ada yang mampu membantuku untuk kembali sembuh dari penyakit ini! Semuanya tak ada guna... semuanya sia-sia!"

Rasa emosi batin itu membuat tubuh Ra'fat bertambah lemah. Ia hanya mampu perbanyak istighfar memohon ampunan Tuhannya. Memutar tasbih sambil berdzikir kini menjadi kegiatan utamanya. Ia masih merasa bahwa dirinya adalah manusia yang paling merana di dunia.

Hingga saat ia sedang berada di mobilnya. duduk di kursi belakang dengan tangan memutar tasbih seraya berdzikir. Hanya Ra'fat dan supirnya yang berada di mobil itu. Mereka melaju berkendara menuju sebuah rumah kerabat dengan tujuan berpamitan dan minta restu. Saat itulah menjadi moment spesial yang tak akan terlupakan untuk Ra'fat.

Beberapa ratus meter di depan, mata Ra'fat melihat ada seorang wanita berpakaian abaya (pakaian panjang wanita Arab yang serba berwarna hitam) tengah berdiri di depan sebuah toko daging. di sisi wanita tadi ada sebuah karung plastik putih yang biasa menjadi tempat limbah toko tersebut. Wanita tadi mengangkat dengan tangan kirinya sebilah tulang sapi dari karung. Sementara tangan kanannya mengumpil dan mencuil daging-daging sapi yang masih tersisa di pinggiran tulang.

Ra'fat memandang tajam ke arah wanita tersebut dengan pandangan seksama. Rasa ingin tahu membuncah di hati Ra'fat tentang apa yang sedang dilakukan wanita itu. Begitu mobilnya melintasi sang wanita, sekilas Ra'fat memperhatikan. Maka ia pun menepuk pundak sang sopir dan memintanya untuk menepi.

Saat mobil sudah berhenti, Ra'fat mengamati apa yang dilakukan oleh sang wanita. Entah apa yang membuat Ra'fat menjadi penasaran. Keingintahuannya membuncah. Ia turun dari mobil. lemah ia membuka pintu, dan ia berjalan tertatih-tatih menuju tempat wanita itu berada.

Dalam jarak beberapa hasta Ra'fat mengucapkan salam kepada wanita tersebut namun salamnya tiada terjawab. Ra'fat pun bertanya kepada wanita tersebut dengan suara lemah, "Ibu..., apa yang sedang kau lakukan?"

Rupanya wanita ini sudah terlalu sering diacuhkan orang, hingga ia pun tidak peduli lagi dengan manusia. Meski ada yang bertanya kepadanya, wanita tadi hanya menjawab tanpa menoleh sedikitpun ke arah si penanya. Sambil mengumpil daging wanita itu berkata, "Aku memuji Allah Swt yang telah menuntun langkahku ke tempat ini. Sudah berhari-hari aku dan 3 orang putriku tidak makan. Namun hari ini, Dia Swt membawaku ke tempat ini sehingga aku dapati daging limbah yang masih bertengger di sisi tulang sisa. Aku berencana akan membuat kejutan untuk ketiga putriku malam ini. Insya Allah, aku akan memasakkan sup daging yang lezat buat mereka...."

Subhanallah. ...! bergetar hebat relung batin Ra'fat saat mendengar penuturan kisah kemiskinan yang ada di hadapannya. Tidak pernah ia menyangka ada manusia yang melarat seperti ini. Maka serta-merta Ra'fat melangkah ke arah toko daging. Ia panggil salah seorang petugasnya. Lalu ia berkata kepada petugas toko, "Pak..., tolong siapkan untuk ibu itu dan keluarganya 1 kg daging dalam seminggu dan aku akan membayarnya selama setahun!"

Kalimat yang meluncur dari mulut Ra'fat membuat wanita tadi menghentikan kegiatannya. Seolah tak percaya, ia angkat wajah dan menoleh ke arah Ra'fat. Kini mata wanita itu menatap dalam mata Ra'fat seolah ia berterima kasih lewat sorot pandang.

Merasa malu ditatap seperti itu, Ra'fat menoleh ke arah petugas toko. Ia pun berkata, "Pak..., tolong jangan buat 1 kg dalam seminggu, aku rasa itu tidak cukup. Siapkan 2 kg dalam seminggu dan aku akan membayarnya untuk setahun penuh!" Serta-merta Ra'fat mengeluarkan beberapa lembar uang 500-an riyal Saudi lalu ia serahkan kepada petugas tadi.

Usai Ra'fat membayar dan hendak meninggalkan toko daging, maka terhentilah langkahnya saat ia menatap wanita tadi tengah menengadah ke langit sambil mengangkat kedua belah tangannya seraya berdoa dengan penuh kesungguhan:

"Allahumma ya Allah... berikanlah kepada tuan ini keberkahan rezeki. Limpahkan karunia-Mu yang banyak kepadanya. Jadikan ia manusia mulia di dunia dan akhirat. Beri ia kenikmatan seperti yang Engkau berikan kepada para hamba-Mu yang shalihin. Kabulkan setiap hajatnya dan berilah ia kesehatan lahir dan batin.....dst"

Panjang sekali doa yang dibaca oleh wanita tersebut. Kalimat-kalimat doa itu terjalin indah naik ke langit menuju Allah Swt. Bergetar arsy Allah Swt atas doa yang dibacakan sehingga getaran itu terasa di hati Ra'fat. Ia mulai merasakan ketentraman dan kehangatan. Kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hampir saja Ra'fat menitikkan air mata saat mendengar jalinan indah kalimat doa wanita tersebut. Andai saja ia tidak merasa malu, pastilah buliran air mata hangat sudah membasahi pipinya. Namun bagi Ra'fat pantang menangis..., apalagi dihadapan seorang wanita yang belum ia kenal.

Ra'fat lalu memutuskan untuk meninggalkan wanita tersebut. Ia berjalan tegap dan cepat menuju mobilnya. Dan ia belum juga merasakan keajaiban itu! Ya, keajaiban yang ditambah saat Ra'fat membuka dan menutup pintu mobil dengan gagah seperti manusia sehat sediakala!!!

Sungguh doa wanita itu memberi kedamaian pada hati Ra'fat. Sepanjang jalan di atas kendaraan Ra'fat terus tersenyum membayangkan doa yang dibacakan oleh sang wanita tadi. Perjalanan menuju rumah seorang kerabat itu menjadi indah.

Sesampainya di tujuan lalu Ra'fat mengutarakan maksudnya. Ia berpamitan dan meminta restu. Ia katakan boleh jadi ia tidak lagi berumur panjang sebab sakit liver akut yang diderita.

Anehnya saat mendengar berita itu dari Ra'fat, sang kerabat berkata, "Ra'fat..., janganlah engkau bergurau. Kamu terlihat begitu sehat. Wajahmu ceria. Sedikit pun tidak ada tanda-tanda bahwa engkau sedang sakit."

Awalnya Ra'fat menganggap bahwa kalimat yang diucapkan kerabat tadi hanya untuk menghibur dirinya yang sedang sedih. Namun setelah ia mendatangi saudara dan kerabat yang lain, anehnya semuanya berpendapat serupa.

Dua hari yang dimaksud pun tiba. Ia didampingi oleh istri dan beberapa anaknya kembali datang ke China. Hari yang dimaksud untuk menjalani operasi sudah disiapkan. Sebelum masuk ruang tindakan, beberapa pemeriksaan pun dilakukan. Setelah hasil pemeriksaan itu dipelajari maka ketua tim dokter pun bertanya keheranan kepada Ra'fat dan keluarga: "Aneh....! dua hari yang lalu kami dapati liver tuan Ra'fat rusak parah dan harus dilakukan tindakan operasi. Tapi setelah kami teliti, mengapa liver ini menjadi sempurna lagi?!"

Kalimat dokter itu membuat Ra'fat dan keluarga menjadi bahagia. Berulangkali terdengar kalimat takbir dan tahmid di ruangan meluncur dari mulut mereka. Mereka memuji Allah Swt yang telah menyembuhkan Ra'fat dari penyakit dengan begitu cepat. Siapa yang percaya bahwa Allah yang memberi penyakit, maka ia pun akan yakin bahwa hanya Dia Swt yang mampu menyembuhkan. Jangan bersedih dan merasa hidup merana. Sadari bahwa dalam kegetiran ada hikmah bak mutiara!

(Posted by : Andy Andrian)

Semoga kita semua mendapat hikmah besar dari cerita diatas...

Terimakasih telah membaca...

Salam Motivasi...!

Sumber

Songsonglah hari ini !

Songsonglah hari ini !

Karena hari ini adalah kehidupan, inti dari kehidupan.
Dalam masanya yang singkat ini, tersimpan aneka kemungkinan dan kenyataan tentang kehidupan kita.
Rasa bahagia yang menyertai kemajuan,
rasa bangga yang menyertai kemenangan,
rasa kagum yang menyertai keindahan,
karena kemarin hanyalah sebuah mimpi,
dan esok hari hanyalah sebuah visi.
Tapi, menjalani hari ini dengan baik akan membuat semua masa lalu menjadi mimpi yang menyenangkan,
dan setiap esok akan menjadi visi yang penuh harapan.
Oleh karena itu, songsonglah hari ini dengan sungguh-sunguh.

Sumber

Sabtu, 19 Maret 2011

sms yukkkk.....

Hahaha,
bermula pada tanggal 17 Maret 2011 sekitar pukul 10.28 waktu setempat


> smga langgeng


> "smga langgeng"
apa maksud nya?


> met langgeng ma hamzah.


smghaa bhgia eaa...
cyg"an trz ma hamzah
smghaa awet nyiksa hti rank


> Astagfirullah. Ada apa sih?
Jelasin pelan2, mau marah silahkan.
Ane ama hamzah cuma ade dan kakak.
Ente dinda?


> ade kk...


eaa tw koq.
ADE KETEMU GEDE


> Ok, lo butuh penjelasan apa dari gw?
Apa perlu gw jauhin hamzah? Ok...
G usah pake caps.


> g perlu penjelasan.


ckup ckith hti ma sikap lo ma hamzah yg sll cyg"N n n mnj"n di dunia maya.


> lo cemburu ama gw?
Salah klo lo cemburu ama gw. Gw g ada apa2'a dihati hamzah dibanding lo. Bagi dia, lo tuh sgla'a. Dia rela sakit demi lo. Terserah lo aja deh, mau gimana. Gw kenal dia, cuma lewat epbe, g pernah ketemu sekali pun. Ok, maaf klo sikap gw buat lo sakit hati. Ok, gw mundur dari hidup dia.


> app arti kata mundur...


ea bener sangat
sungguh bnr gua ckith hti ma lo n hamzah.
trll gag menghargai hdir.a gua.


ma gue dy gag prnh trll gambyar gembyor
klu gua sdih ckith or app.


glrn ma lo trll bgt.


> Mundur, 2k ngjauh dr dia. Biar lo g
cemburu trus2an ama gw.


Asal lo tau, dia sakit dgr lo sakit dikit, dia
lgsg nyamperin lo, wlw pun dia lg kerja
atau sakit sx pun. Dia pun sering crita
tentang lo ke gw, mang g semua, tapi sllu
tentang lo, lo, lo, lo, dan lo...
Salah besar klo lo cemburu ama gw...


> clah besar klu sampe que cmburu ama pacar
trcyng.a
clah besar klu sampe que cmburu ama ade trcyng.a


gokil n hebat bgt ru knal di fb za dach
semesra tu app aghy ktmu. mngkn akn nikah


mndingan sklian ketemuan biar puas lo buad
gua lbh hncur.


> Astagfirullah, pacar dia tuh cuma lo. Dia
cuma pengen sehidup semati ama lo.


> shdup smati klu ttep mzh da yg lbh di prhatiin
mndingan gag.


gua akn nta ptus ke dya.
biar klian puas.

Selasa, 08 Februari 2011

Foto foto dulu dah ye.. ^^


"Blue Sky"
15 Desember 2010, 16:46:46
with LG KP500
no edit, still original



"Overcast"
15 Desember 2010, 16:47:16
with LG KP500
no edit, still original



"Black and White"
15 Desember 2010, 16:48:40
with LG KP500
no edit, still original

"Hope and Help"

"Seorang ayah meminta anak kecilnya

menyingkirkan pohon kecil yang tumbang



Sang anak mengeluh bahwa dia tak mungkin kuat



...Ayah memaksa



Anak mencoba, gagal, mengeluh



Ayah memaksa lagi



Anak mencoba lagi, lalu menyerah



Anakku, sudahkah kau gunakan semua kekuatanmu?



Sudah!



Belum. Kamu belum minta tolong ayah



Maka



Jadilah pribadi yang mudah dibantu sesama

dan berdoalah agar engkau mudah dibantu Tuhan.

(inspired from Mario Teguh)



Sahabat,,,sebuah Keinginan adalah tenaga

bagi upaya untuk keluar dari kekurangan.



Maka upayakan untuk membentuk sebuah harapan indah bagi orang-orang tercinta kita,,,

Tetap semangat, penuh doa dan optimis,pantang menyerah,, dan semoga Tuhan mengabulkan impian kita,,

percayalah,,





Teruntuk sahabat yang sedang berjuang..^_^



SALAM MOTIVASI

Sumber

Cerita "Jangan Marah"

Beberapa bulan yg lalu di meja pemesanan kamar hotel Memphis, saya melihat suatu kejadian yg bagus sekali, bagaimana seseorang menghadapi orang yg penuh emosi.



Saat itu pukul 17:00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar tamu-tamu baru. Orang di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah. Pegawai tsb berkata, "Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar 'single' untuk Anda."



"Single," bentak orang itu, "Saya memesan double." Pegawai tsb berkata dg sopan, "Coba saya periksa sebentar." Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata, "Maaf, Tuan. Telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan Anda di kamar double, kalau memang ada. Tetapi semua kamar double sudah penuh."



Tamu yg berang itu berkata, "Saya tidak peduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double."



Kemudian ia mulai bersikap "anda-tau-siapa-saya," diikuti dengan "Saya akan usahakan agar Anda dipecat. Anda lihat nanti. Saya akan buat Anda dipecat."



Di bawah serangan gencar, pegawai muda tsb menyela, "Tuan, kami menyesal sekali, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi Anda."



Akhirnya, sang tamu yg benar2 marah itu berkata, "Saya tidak akan mau tinggal di kamar yg terbagus di hotel ini sekarang --- manajemennya benar2 buruk," dan ia pun keluar.



Saya menghampiri meja penerimaan sambil berpikir si pegawai pasti marah setelah baru saja dimarahi habis2an. Sebaliknya, ia menyambut semua dengan salam yg ramah sekali "Selamat malam, Tuan."



Ketika ia mengerjakan rutin yg biasa dalam mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, "Saya mengagumi cara Anda mengendalikan diri tadi. Anda benar2 sabar."



"Ya, Tuan," katanya, "Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, ia sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yg malang tadi mungkin baru saja ribut dg istrinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali ia merasa rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalannya."



Pegawai tadi menambahkan, "Pada dasarnya ia mungkin orang yg sangat baik. Kebanyakan orang begitu." Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang perkataannya, "Pada dasarnya ia mungkin orang yg sangat baik. Kebanyakan orang begitu."



------------------------------



Sahabat CCM sekalian, Ingat dua kalimat itu kalau ada orang yg menyatakan perang pada Anda. Jangan membalas. Cara untuk menang dalam situasi seperti ini adalah membiarkan orang tsb melepaskan amarahnya, dan kemudian lupakan saja.



Diposting Oleh : Kevin Andrea

Sumber

Cerita "8 Kebohongan"

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.



Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :

“Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA



Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :

“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA



Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu


membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :

“Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA



Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah


selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :

“Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT



Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.


Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat


kondisi keluarga yang semakin parah, ada paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di


sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk


menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :

“Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA



Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :

“Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM



Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud


membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku

“Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH



Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :

“Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.



Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”


(Sumber : Unknown)


-------------------


Sahabat, izinkan saya mengutip ayat dari Kitab Suci,


"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu." (QS. Luqman : 14).


Bagi, para sahabat yang masih memiliki ibu, maka... berbaktilah dengan kesungguhan berbakti... karna jikalau beliau sudah tiada, maka yang ada adalah sebuah penyesalan. Saat ini mungkin kita jenuh omelan beliau... tapi setelah beliau tiada, kita akan rindu omelan beliau... kita akan rindu senyum tulusnya... kita akan rindu, keringat badanya yang terkuras karena memikirkan kita....


Ya Robb..... izinkan saya untuk mampu berbakti kepada Beliau, hingga akhir hidupnya....


Terimakasih telah membaca... Salam Motivasi!

Sumber